SDH Mux

MUX SDH yang memiliki kapasitas E1 yang lebih besar,minimal 1/2 STM-1

PDH-SDH IDU

Terlihat backplane SDH dan PDH Ericsson yang merupakan bagian IDU

Standing Rack

Digunakan menampung E1 yang memiliki kapasitas yang lebih besar misalkan dalam SDH

Antenna Microwave link

Terlihat antenna microwave dengan diameter 1.2meter yang memiliki stickroot

Tower Antenna Telecom

Tower sebagai dudukan antenna microwave link maupun antenna lainnya

Showing posts with label Theory. Show all posts
Showing posts with label Theory. Show all posts

Friday, July 23, 2010

Redaman Ruang Bebas

Udara memiliki sifat meredam, karena udara tidak sebagai konduktor yang baik. Melalui antena, gelombang elektromagnetik dipancarkan keudara. Kita sudah mengenal perambatan gelombang yang berhubungan dengan besarnya frekeunsi. Disamping itu, ruang bebas(udara) memiliki sifat yang meredam seiring dengan besarnya frekuensi yang dibawanya.



Semakin besar frekuensi yang digunakan, maka semakin besar pula redaman yang ditimbulkannya. Hal inilah kita mengenal dengan adanya LFS (loss free space). Untuk mendapatkan nilainya, digunakan pemodelan Friss, dimana menggunakan sifat antenna isotropis. Sifat antenna isotropis adalah memiliki nilai penerimaan disemua titik adalah sama.

Spektrum Frekuensi

Frekeunsi merupakan sumber yang terbatas. Oleh karena itu lembaga dunia mengklasifikasikan frekuensi terhadap penggunaanya. Disamping itu dilakukan penyeragaman frekuensi untuk mempermudah pemakaian perangkat disemua Negara, jadi kompatibilitas dari produk untuk semua Negara.

Dibawah ini klasifikasi band frekuensi yang telah ditetapkan oleh ITU:


Aplikasi LOS Microwave pada umumnya menggunakan band frekeunsi SHF dimana nilainya 3 GHz-30GHz.
Alasan penggunaan LOS Microwave pada band frekuensi tersebut adalah:
• Sifat komunikasi yang point to point
• Untuk data rate yang cukup besar (Semakin besar frekuensi, rate data semakin besar)

Kekurangan dari penggunaan frekuensi SHF:
• Redaman udara besar (Semakin besar frekuensi, maka semakin besar pula redaman)
• Bandwith yang ada terbatas untuk masing-masing kanal

Sifat Gelombang

Sifat propagasi gelombang pada sistem komunikasi radio dipengaruhi oleh frekuensi yang digunakan. Propagasi dari sistem radio terdiri dari path-path sinyal yang masing-masing memiliki level daya tertentu. Path-path ini terdiri dari sebuah sinyal langsung dan sinyal-sinyal tidak langsung (pantulan).
Jika dilihat dari frekuensi radio yang digunakan, maka propagasi gelombang yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
• Gelombang permukaan



• Gelombang ruang
• Gelombang langit

Preview Perencanaan LOS Microwave

Kegiatan perancangan suatu link LOS microwave melalui tahap sebagai berikut:
1. Menentukan titik-titik yang akan dipasang(dihubungkan). Maksud titik disini adalah menentukan tempat yang akan dihungkan. Misalkan saja dalam system telekomunikasi diantaranya:
• Hubungan antara BTS dengan BTS
• Hubungan antara BTS dan BSC
• Hubungan antara BSC ke MSC

Dibwah ini misalkan saja link yang akan dihubungkan:



2. Melakukan survey di titik tersebut terhadap titik yang akan dihubungkan, hal ini tujuannya melihat link line-of-sight antara satu dan yang lainnya.
3. Memilih band frekuensi operasi yang dihubungkan terhadap kapasitas transmisi yang akan dibawa.
4. Menganalisa path profile dari kontur bumi. Path profile kita dapat peroleh dari bakorsutanal untuk yang manual, ataupun yang sudah digital. Untuk yang digital, kita bisa dapatkan dari Pathloss.
5. Path calculations, yaitu memperhitungkan level daya terima agar tidak berada di bawah daya threshold dan pemberian margin untuk mengatasi fading pada kondisi terburuk. Pada tahap ini, semua parameter perangkat yang digunakan harus dimasukkan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kondisi dilapangan.
6. Ada dua kondisi ketika kita melakukan LOS Survey diantanya:
• Antara dua titik tersebut sudah LOS
Jika hasil survey sudah menunjukkan LOS, maka dapat dilakukan tahap selanjutnya.
• Antara dua titik tersebut tidak LOS.
Jikalau hal ini terjadi, maka diupayakan melakukan re-route kembali. Artinya untuk menuju titik yang diinginkan tentunya harus melalui titik yang lainnya.

Line Of Sight Transmisi

Line-of-Sight (LOS) microwave banyak digunakan untuk transmisi radio broadband point-to-point. Di Eropa, LOS microwave disebut juga radio relay atau radiolinks. Link yang dimaksud adalah hubungan antara near-end transmitter ke far-end receiver. Sejauh mana kondisi line-of-sight yang dapat dicapai adalah batas maksimum dari sebuah link.



Sejarahnya LOS microwave merupakan konfigurasi transport untuk FDM, dimana teknik modulasi frekuensi disesuaikan dengan kebutuhan transmisi. Misalkan saja transmisi 4E1, berbeda dengan 16E1, dll. Seiring dengan kemajuan teknologi digital konfigurasi transport FDM/FM mulai beralih pada jaringan kabel fiber optic.
Banyak aplikasi yang menggunakan system LOS microwave, diantaranya:
1. Sebagai backbone untuk komunikasi point-to point.
2. Sistem point-to-multipoint untuk TV, telepon, data, atau gabungan dari ketiganya.
3. Sebagai jaringan transport untuk TV atau sinyal video, termasuk untuk ekstensi head-end community antenna television (CATV), broadcast transport, dan studio-to-transmitter links.
4. Jaringan data digital antar kantor.
5. Pengendalian telemetry dan kontrol jarak jauh
6. Interkonektivitas pusat kontrol lalulintas udara
7. Komunikasi antar gedung
8. Keperluan militer: fixed point-to-point, point-to-multipoint, dan point-to-point bergerak.

Kebutuhan akan datarate dan bandwith yang lebar, maka dikembangkanlah system transmisi Fiber Optik. Dengan adanya FO ini, tentunya LOS Microwave tidak digunakan untuk backbone transmisi sebagai yang utama, namun hanya backup saja.
Namun demikian sistem LOS microwave masih memiliki keunggulan dibandingkan jaringan kabel fiber optic dari segi infrastrukturnya yang lebih mudah dibandingkan jaringan kabel fiber optic yang mengharuskan pembangunan konstruksi di sepanjang jalur yang dilewatinya.

Secara sederhana line-of-sight microwave, merupakan keadaan kasat mata berarti antena pemancar dan penerima ‘saling melihat’, tetapi dalam sistem radio ‘saling melihat’ saja tidak cukup. Sistem komunikasi radio dikatakan pada kondisi LOS jika terpenuhi ‘syarat LOS’.