SDH Mux

MUX SDH yang memiliki kapasitas E1 yang lebih besar,minimal 1/2 STM-1

PDH-SDH IDU

Terlihat backplane SDH dan PDH Ericsson yang merupakan bagian IDU

Standing Rack

Digunakan menampung E1 yang memiliki kapasitas yang lebih besar misalkan dalam SDH

Antenna Microwave link

Terlihat antenna microwave dengan diameter 1.2meter yang memiliki stickroot

Tower Antenna Telecom

Tower sebagai dudukan antenna microwave link maupun antenna lainnya

Showing posts with label SDH. Show all posts
Showing posts with label SDH. Show all posts

Saturday, January 19, 2013

Droop E1 SDH

untuk case 1 STM, dimana E1 yang ada untuk di droop sebesar 63E1. Dari 63 E1 proses drop E1 nya bisa dilakukan beberapa sbg berikut:
  1. Drop E1 by software
  2. Drop E1 secara fisik di DDF
Jadi dari 63 E1 tersebut bisa dibagi-bagi terserah penggunanya.
 Contoh disini ada 1STM kapasitas 63E1 digunakan untuk dua facing (A dan B), maka di modul terdapat 1-9-1 untuk 32 E1 arah A dan  1-9-2 untuk 31 E1 ke arah B. Dari dua arah tersebut bisa langsung di droop E1 by software, dan atau juga bisa di droop E1 fisik. Untuk droop E1 secara fisik 1-11-1 dan 1-11-2.
dibawah ini contoh gambar capture nya:
a. droop E1 dari site B ke fisik DDF  sebanyak 12 E1


b.droop E1 secara software 40 E1

c. Droop E1 site A ke fisik DDF sebanyak 3E1

d. Droop E1 site A ke fisik DDF 20E1

e. Droop E1 site B ke fisik DDF 3E1


Sedangkan untuk 2STM1 tentu akan berbeda dengan 1STM1.
 


Thursday, July 29, 2010

Persyaratan Frame pada SDH

Struktur frame terendah yang didefinisikan dalam standar SDH adalah STM-1 (Synchronous Transport Module level 1) dengan laju bit 155.520 Mbit/s (155 Mbps). Bit rate atau kecepatan transmisi untuk level STM-N yang lebih tinggi juga telah distandarisasi sebagai kelipatan bulat dari N x 155.520 Mbps yaitu :



Frame STM-1 tersusun atas 9 baris, setiap baris terdiri dari 270 byte (kolom). Ini berarti STM-1 terdiri dari 2430 byte dengan durasi frame 125 s. Sembilan byte pertama pada setiap baris terdiri dari daerah “Section Overhead”, sedangkan byte sisanya adalah daerah informasi (payload). Transmisi dilakukan baris per baris dimulai dari byte teratas sebelah kiri dan diakhiri oleh byte terbawah sebelah kanan. Struktrur frame STM-1 yang membawa payload dalam VC-4 tampak pada gambar di bawah ini :



Lebar frame STM-N selalu 125 s, berapapun nilai N, jadi sebuah frame STM-N (N = 4, 16 dan 64) terdiri atas 9 baris dan N x 270 kolom. Bagian-bagian dari frame STM-1 adalah sebagai berikut :
• Regeneration Section Over Head (RSOH)
RSOH berukuran 3 x 9 byte, berisi byte over head yang dibutuhkan untuk pengendalian pengiriman muatan dari satu node ke node berikutnya.
• Multiplex Section Over Head (MSOH)
MSOH berukuran 5 x 9 byte, merupakan byte over head yang digunakan untuk pengontrolan tiap section antara dua node.
• Administrative Unit (AU) Pointer
AU Pointer berukuran 1 x 9 byte, berisi byte yang digunakan untuk mengatur peletakan Virtual Container (VC) dalam muatan.
• Payload (Muatan Informasi)
Berukuran 261 x 9 byte yang berisi informasi yang dimuat dalam VC-4 (Virtual Container)

Elemen Jaringan SDH

Elemen jaringan SDH didesain untuk dikontrol dengan menggunakan software, sehingga lebih fleksibel.

Karena proses multiplexing dan demultiplexing dilakukan dengan software maka kebutuhan akan multiplexer dan demultiplexer dapat dikurangi sehingga dapat mengurangi peralatan terminasi dan ruang.

Bagian dasar dan utama dari jaringan SDH adalah
  • Terminal Multiplexer (TM), 
  • Add and Drop Multiplexer (ADM), 
  • Digitral Cross Connect (DXC) 
  • dan interface Optik SDH.

dibawah ini contoh aplilkasi untuk perangkat SDH satu STM (64E1)

 

Sejarah SDH

Dimulain dari digital SONET (Synchronous Optical Network) pertama kali dikenalkan di Amerika tahun 1986. SONET dikembangkan untuk membangun standar transmisi pita lebar sehingga operator internasional dapat saling berkomunikasi satu sama lain dengan format frame dan protokol sinyaling standar. Konsep ini juga memberikan fleksibilitas dan kecerdasan pada jaringan yang menggunakannya, serat kanal overhead untuk membawa informasi yang berisi kontrol dan kinerja sistem antara elemen jaringan (line systems, multiplexer) dengan pusat kendali (control centers).

Pada tahun 1988 konsep SONET diadopsi oleh ITU ( International Telecommunication Union) dan ETSI (European Telecommunication Standards Institute) dan diberi nama SDH (Synchronous Digital Hierarchy). Pengadopsian ini dilakukan dengan tujuan membuat suatu standar internasional untuk transmisi yang meliputi antar muka optik, aspek kontrol, perlengkapan, sinyaling dan sebagainya.

Pengertian SDH menurut Rec-707 ITU-T adalah teknologi transport digital yang tersusun secara hierarki untuk multipleksing dan membawa sinyal informasi (payload) melalui media transmisi fisik. Media transmisi ini pada umumnya serat optik, selain itu memungkinkan juga digunakan link radio teresterial maupun link satelit.

Inti dari konsep SDH adalah untuk mengatur jaringan komunikasi digital yang ke depannya nanti dapat menyatukan jaringan telekomunikasi nasional dan internasional serta mendukung B-ISDN (Broadband – Integrated Service Digital Network). Munculnya SDH karena tersedianya link fiber optik dengan kapasitas hampir tak terbatas dan mengatasi kelemahan yang ada pada PDH.